Upaya Penyederhanaan Nahwu

November 21, 2008 at 1:19 pm (Kajian Linguistik & Pengajaran Bahasa, Linguistik Arab)

PENDAHULUAN
Bahasa Arab mempunyai peranan yang amat penting bagi kehidupan manusia, ‎khususnya umat Islam. Secara garis besar peranannya dapat dikelompokkan menjadi tiga ‎bagian, yaitu : peranannya dalam agama, peranannya dalam ilmu pengetahuan dan peranannya ‎dalam pergaulan.‎ ‎ Dengan beberapa peranan diatas, maka pembelajaran bahasa Arab kian hari ‎mengalami kemajuan yang sangat pesat. Tidak terbatas di negara-negara yang mayoritas ‎penduduknya muslim, tetapi sudah merambah ke negara–negara barat. Misalnya di Harrow ‎Technical College London bahasa ini secara intensif diajarkan, di London University, di ‎University Of Utah, di University of Oxford, di Portland State Collage ‎ dan negara-negara ‎lain bahasa Arab sudah kian semarak dan mulai disukai oleh para mahasiswa. Read the rest of this entry »

Advertisements

Permalink Comments Off on Upaya Penyederhanaan Nahwu

PEMBELAJARAN BAHASA ARAB ‎BERBASIS CROSS CULTURAL UNDERSTANDING

November 21, 2008 at 12:22 pm (Kajian Linguistik & Pengajaran Bahasa, Pengajaran Bahasa)

PENDAHULUAN
Dalam sebuah diskusi mata kuliah review bahan ajar bahasa Arabseorang penyaji ‎mengatakan bahwa “‎التقويم‎” adalah salah bila diartikan kalender, menurutnya yang benar ‎adalah “evaluasi”. Spontan muncul tanggapan dari peserta diskusi dan dosen pembimbing ‎bahwa sesuai budayanya orang Arab biasa menggunakan ‎التقويم‎ untuk maksud kalender ‎selain ‎الرزنامة‎. Ini menunjukkan adanya kurangnya pemahaman seseorang terhadap kultur ‎budaya bahasa yang sedang dipelajari (bahasa Arab). Misalnya lagi seseorang mengatakan ‎عفوا‎ untuk meminta maaf, ini juga kurang sesuai budaya Arab yang orang Arab biasa ‎memakai kata “‎أسيف‎ “. Justru kata “‎أسيف‎ “digunakan untuk arti “kasihan”, padahal yang ‎betul adalah”‎مسكين ‏‎ “ dan banyak lagi contoh lain dari kekurangpemahaman budaya. ‎
Kurangnya pemahaman budaya ini salah satunya mengakibatkan seseorang atau ‎pembelajar terjebak pada struktur/ gramatika bahasa, terutama dalam komunikasi lisan. ‎Apalagi diperparah dengan metode pembelajarannya yang masih konvensional, yaitu ‎berfokus pada penguasaan tata bahasa (qowa’id)‎ ‎. Untuk menghindari kesalahan-‎kesalahan tersebut, diperlukan pemahaman silang budaya antara lain melalui penanaman ‎konteks sosial budaya. Penggunaan konteks sosial budaya ini sebagaimana pembelajar ‎menggunakan konteks budaya bahasa ibu di dalam berkomunikasi, yang meliputi ‎misalnya; siapa?, kepada siapa?, dimana?, kapan ia berbicara? dan lain sebagainya. Read the rest of this entry »

Permalink 1 Comment