EKSKLUSIFITAS KELOMPOK ISLAM TARJUMAH ‎( Kajian Doktrin Ajaran dan Kondisi Sosial Politiknya )‎

November 21, 2008 at 1:02 pm (Kajian Islam Komprehansif)

 LATAR BELAKANG MASALAH

Aliran Tarjumah adalah sebuah kelompok keagamaan Islam yang controversial dan ‎unik. Kelompok ini berbasis di pedalaman Jawa Tengah yang tak jauh dari tempat tinggal penulis. ‎Disebut aliran tarjumah karena para pengikutnya mempelajari kitab-kitab tarjumah atau terjemah ‎ ‎yang ditulis oleh Kiai Haji Ahmad Rifa’i sang pendiri kelompok ini. Kelompok ini pada ‎perkembanagnnya juga dikenal dengan nama kelompok Islam Rifa’iyah disesuaikan dengan nama ‎Ahmad Rifa’i sebagai pemimpinnya. ‎ Kelompok Islam tarjumah dinilai eksklusif dan unik oleh masyarakat sekitar ‎disebabkan karena dilihat dari pengikutnya yang jarang bergaul dengan kelompok masyarakat ‎lain ‎. Contoh dari sikap eksklusif ini adalah di dalam komunitasnya mereka berusaha untuk ‎membuat masjid khusus untuk kelompoknya sendiri walaupun masjid yang ada di desa kelompok ‎ini berada masih cukup untuk menampung. Kelompok ini berusaha untuk membatasi anggota ‎keluarganya dalam pernikahan dengan kelompok masyarakat Islam lain. Adapun keunikan dari ‎kelompok ini adalah adanya tradisi pembaharuan nikah (Tajdid al-Nikah), shalat qadla di bulan ‎Ramadhan dan keanehan-keanehan lainnya. Kelompok ini dianggap kontrofersi karena ‎mengajarkan doktrin teologi yang berupa rukun Islam hanya satu yaitu syahadat, sedangkan ‎rukun yang lain sifatnya pelengkap ‎. Sehingga aliran ini mendapat ejekan, caci maki, olok-olok ‎dan stigma negative lain sampai sebutan kafir oleh umat Islam sendiri.‎ Makalah ini terinspirasi dari fenomena akhir-akhir ini dengan maraknya aliran-aliran ‎baru Islam yang aneh-aneh, misalnya al-Qiyadah al-Islamiyah yang membolehkan pengikutnya ‎untuk tidak menjalankan rukun Islam, sholat hanya sekali dalam sehari semalam tidak wajib, ‎puasa, zakat dan haji. Aliran ini menganggap musyrik kelompok lain. Aliran Jemaah Ngaji Lelaku ‎yang didirikan oleh Mohammad Roy yang sholat menggunakan dua bahasa, bahasa Arab dan ‎bahasa Indonesia. Aliran Ahmadiyah yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. ‎Paham Negara Islam Indonesia (NII) yang mengajarkan bahwa sholat lima waktu bisa diganti ‎dengan mencari anggota baru. Disamping itu ada Salamullah pimpinan Lie Eden yang mengaku ‎sebagai malaikat Jibril. Tidak ketinggalan pula Aliran Islam yang benar-benar menyesatkan yang ‎lahir pada tahun 1970-an yang dilarang pemerintah tahun 1971 yaitu Islam Jama’ah yang ‎didirikan oleh Nur Hasan Ubaidah di Kediri. Kelompok ini menganggap najis dan musyrik ‎kelompok lain sehingga baju, anggota tubuh atau apa saja yang tersentuh kelompok lain harus ‎disucikan dan aliran-aliran lain misalnya Al Qur’an suci yang tidak mengakui keabsahan hadits ‎ ‎yang mendapat reaksi dari masyarakat Islam sendiri ‎ maupun perlakuan keras dari pemerintah ‎dengan menyeret tokoh sucinyanya ke kursi pesakitan yang untuk dijebloskan ke dalam penjara ‎yang hina karena dianggap telah keluar dari rel ajaran Islam.‎ Kelompok-kelompok aliran sesat yang tergambarkan di a

%d bloggers like this: